<>

Kakek di Blitar Ini Disebut-sebut Berusia 200 Tahun, Jadi Manusia Tertua di Dunia?

Kakek di Blitar Ini Disebut-sebut Berusia 200 Tahun, Jadi Manusia Tertua di Dunia?

TRIBUNJOGJA.COM - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan pria asal Sragen bernama Mbah Gotho, yang diyakini menjadi manusia tertua di dunia.
Ia meninggal dunia pada 30 April 2017, di usia 146 tahun.
Kini setelah beberapa bulan berselang, perhatian publik kembali tersita oleh seorang pria renta, yang usianya diyakini jauh lebih tua dari Mbah Gotho.
Dia adalah Mbah Petruk, yang tinggal bersama keluarganya, di Padepokan Gunung Gedang Blitar.Informasi soal pria tua tersebut diviralkan oleh Kittarow Minami di grup Kerabat Keliling Jogja, Selasa (2/1/2018).
Kittarow mengunggah foto pria itu bersama dengan seorang laki-laki yang berusia jauh lebih muda.
Wajah Mbah Petruk terlihat sangat renta, ia memakai blangkon dan mengenakan kaos loreng.
Rumah yang ia tempati berdinding bambu dan terlihat sebuah radio tua di sana.
"iki kakek umure 200 th luwih... mnggo sik ngertoss," kata Kittarow.
Kiriman itu mendapat tanggapan dari ratusan warganet.
Banyak yang tak percaya, tetapi ada pula yang kagum dengan pria tersebut.
Beberapa orang yang lain membenarkan, bila pria tersebut memang sudah berusia sangat lanjut.
"Niku Mbah Petruk ten Gunung Gedang Blitar. 2 tahun lalu aku sowan ke sana," kata warganet bernama Rachmat Satya Hareshananda di kolom komentar.
"Bagi yg mau sowan monggooo. Padepokan Gunung Gedang alamat Dusun Gedangan Desa Gandusari Kab. Blitar (1 areal sama Candi Wringin Branjang). Bagi dulur2 yg di Kediri bisa saya antar sowan beliau," tambah Rachmat.
Saat dihubungi TribunJogja.com, Rachmat membenarkan bila dirinya pernah bertemu dengan Mbah Petruk.
Dua tahun lalu saat berkunjung kata Rachmat, Mbah Petruk mengaku berusia 150 tahun.
"Saya ke sana cuma ngangsu kaweruh dan minta doanya dari beliau. Saat itu ngakunya 150 tahun, bukan 200," tutur Rachmat.
Menurutnya, Mbah Petruk cukup sehat di usianya yang sudah sangat renta.
Pelafalan bicaranya sedikit kurang jelas dan untuk beraktivitas sehari-hari terkadang dibantu oleh anak-anaknya.
Namun, Rachmat mengaku belum melihat secara langsung bukti tertulis usia Mbah Petruk yang sebenarnya.
Ia pun tak tahu berapa jumlah anak Mbah Petruk.
"Soal anak saya kurang paham ada berapa tapi di sana anak-anaknya jaga padepokannya. Beliau banyak dimintai tolong dari berbagai kalangan. Lebih detailnya bisa ke sana langsung," urai Rachmat. (*)

Disqus Shortname

Translate

Comments system

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==