<>

Heboh Pasangan Pacaran Setahun Via FB, saat Bertemu Malah Bikin 'Pingsan', Begini Wujud Aslinya!


TRIBUNNEWS.COM - Media sosial digegerkan dengan adanya pemberitaan mengenai pasangan kekasih yang pacaran selama satu tahun hanya melalui Facebook namun saat ditemui ternyata wujudnya beda dari yang di foto.
Kisah ini dibagikan oleh akun Facebook Yuni Rusmini pada Kamis (9/11/2017).
Melalui keterangan foto akun Facebook Yuni Rusmini, dijelaskan bahwa seorang wanita bernama Anah Syakila tersebuut berkenalan dengan pria tampan di media sosial Facebook.
Bahkan, Anah yang merupakan warga Banten ini rela berkunjung ke Tulungagung hanya untuk bertemu dengan pacarnya yang mengaku sakit tersebut.
Anah pun mengaku bahwa foto pacarnya bernama Rian tersebut memang ganteng di akun Facebook-nya.
Hingga malapetaka itu datang ketika Anah bertemu langsung dengan sosok Rian yang sesungguhnya.
Sementara itu, melansir dari Surya, dikatakan Anah bangga memiliki pacar yang ganteng seperti Rian.
Diketahui, Rian yang berasal dari Tulungagung tersebut sudah dipacarinya selama satu tahun.
Namun, selama satu tahun tersebut, perempuan asal Kampung Lebuh RT 7. RW 001, Sangiangjaya Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Banten ini berlum pernah bertemu dengan sosok kekasihnya tersebut.
“Awalnya kenalan lewat Facebook, kemudian hubungan melalui WA (WhatsApp),” ujar Anah.
 Ia pun makin kagum dengan sosok kekasihnya tersebut setelah Rian mengirimkan foto-fotonya saat berkegiatan di kantornya setiap hari.
Baginya, Rian terlihat seperti seorang anak muda yang mapan.
Hingga ada hasrat Anah ingin bertemu dengan kekasihnya tersebut.
Saat itu, Rian mengaku sakit dan ingin mendapatkan perawatan dari Anah.
“Awalnya dia terus menyuruh saya datang ke Tulungagung, tapi saya tolak. Saya maunya dia yang jemput saya. Tapi karena dia mengaku sakit saya akhirnya berangkat,” ucap Anah.
Anah semakin merasa berbunga-bunga apalagi setelah Rian berjanji akan menikahinya.
Anah pun berangkat ke Tulungagung setelah Rian berjanji mengganti ongkos transportasi dan akan mengantarnya pulang.
Menggunakan kereta Api Anah tiba di Stasiun Kerera Tulungagung, Senin (6/11/2017).
Rian memberi arahan agar naik ojek ke Perempatan Cuiri, di Kecamatan Kauman.
Rian berjanji akan menjemput Anah di perempatan sebelah barat Kota Tulungagung.
Namun, saat Anah bertemu dengan sosok Rian yang sesungguhnya, bayangan lelaki tampan di foto Facebook pun buyar.
Pasalnya, wajah seorang laki-laki yang menjemput saat itu jauh dari ketampanan Rian.
Namun, Anah pun sempat diajak ke Waduk Wonorejo di Kecamatan Pagerwojo.
Tapi berakhir menyakitkan karena Rian tega meninggalkan Anah begitu saja di lokasi wisata tersebut.

Gunung Agung Meletus, Satelit NASA Temukan Konsentrasi Senyawa Beracun Ini di Langit Bali


Gunung Agung mengeluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11).

TRIBUNWOW.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun Instagram @bnpb_indonesia mengungkapkan berdasarkan pantauan satelit Aura NASA, ditemukan senyawa beracun di Langit Bali.
"Aura NASA telah memantau adanya konsentrasi sulfur dioksida yang tinggi sejak Senin, 27 November 2017, di langit Pulau Bali, sebagian Jawa hingga ke Surabaya dan Kepulauan Madura.
Konsentrasi abu tertinggi ditemukan di sebelah Timur Pulau Bali
Setelah dilepaskan biasanya SO2 dapat berubah menjadi partikel aerosol sulfat kecil.
Ini dapat mengubah kecerahan awan dan mempengaruhi pola presipitasi regional.
SO2 atau Belerang dioksida diketahui merupakan senyawa beracun dengan bau menyengat.
Dalam prosesnya, jika SO2 bertemu dengan senyawa lain di udara maka ia bisa membentuk hujan asam," tulis akun @bnpb_indonesia, Selasa (28/11/2013)
Senyawa beracun terdeteksi di langit Bali oleh satelit Aura NASA
Senyawa beracun terdeteksi di langit Bali oleh satelit Aura NASA (Capture/Instagram BNPB)
Seperti diberitakan sebelumnya, dari Desa Sebudi yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III telah terdengar suara dentuman secara terus menerus dari arah Gunung Agung.
Dilansir Tribun-Bali.com, suara dentuman itu diikuti dengan suara gemuruh yang kedengarannya seperti suara mesin pesawat.
Beberapa jam sebelumnya, PVMBG menerima info lontaran batu sebesar kepalan tangan di wilayah Dusun Dukuh, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017).
Lontaran batu panas ini terjadi tak selang berapa lama setelah Gunung Agung diguncang gempa tremor overscale terus menerus.
Lontaran batu diiringi suara dentuman yang terdengar saat material jatuh.
Tepatnya di sisi utara Gunung Agung.
Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi I Gede Suantika, Selasa (28/11) menjelaskan, tremor over scale tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 hingga
14.00 WITA.
Tremor ini baru pertama kali terjadi, selama gunung Agung mengalami krisis beberapa bulan terkahir.
Tremor ini juga menandakan gunung Agung memasuki fase kritis menuju letusan yang lebih besar.
"Tremor overscale ini menandakan ada volume material yang sangat besar, dan berusaha keluar untuk memenuhi kawah," jelas I Gede Suantika.
Baca: Netizen Mengklaim Agnes Monica Artis Asal Malaysia, Ternyata Ini Maksud Sindirannya
Menanggapi tremor over scale tersebut, Suantika memprediksi letusan besar gunung Agung terjadi dalam hitungan beberapa jam kedepan.
Ada dua letusan yang kemungkinan akan terjadi, pertama letusan efusif yang dimana magma cepat memenuhi kawah dan meluber keluar gunung menjadi lahar panas dan diikuti dengan awan panas guguran.
Sementara, kemungkinan kedua terjadi letusan eksplosif yakni letusan besar melontarkan material disertai awan panas.
"Ini yang kita takuti tadi. Kita takut magma sudah dangkal di kawah, tiba-tiba jumlah ada magma dengan volume besar keluar secara barengan. Ini yang nanti jadi ekpplosif. Ini yang kami takutkan, sehingga kami minta warga menjauh dari pos pantau. Melihat kondisi Gunung Agung saat ini, saya kita impactnya akan luas. Kita lihat perkembangan dulu, nanti kita akan pertimbangkan perluasan zona bahaya,” kata Suantika.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung, Bali terus meningkat siang ini.
Terpantau Gunung Agung mengeluarkan letusan terus menerus.
"Gunung Agung meletus menerus. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 4.000 meter di atas kawah. Tremor menerus terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Status Awas level 4," ujar Sutopo melalui akun Twitter pribadinya @Sutopo_BNPB, Selasa (28/11/2017).
Ia pun meminta semua masyarakat waspada akan bahaya erupsi Gunung Agung yang lebih besar terjadi.
Utamanya bagi masyarakat yang masih berada dalam radius wilayah 8-10 kilometer dari Gunung Agung untuk segera mengungsi.
"Info dari Pos Pantau PVMBG Rendang bahwa gempa tremor sangat tinggi dan menerus pada 28/11/2017 siang. Harap semua waspada. Masyarakat yang masih berada di dalam radius 8-10 km diimbau untuk segera mengungsi dengan tertib dan tenang," terang Sutopo.
Status Gunung Agung naik dari Siaga (level 3) menjadi Awas (level 4), terhitung sejak Senin (27/11/2017) pukul 06.00 Wita.
Ada lebih dari 40.000 warga desa di sekitar Gunung Agung yang telah mengungsi sejak Sabtu (25/11/2017) malam.
Mereka mengungsi ke desa-desa atau tempat lain yang berada di luar kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung.
Angka pasti jumlah pengungsi belum bisa dipastikan, sebab petugas masih melakukan penyisiran dan mengimbau agar warga mengungsi. (*)

SUMBER : TRIBUNWOW.COM

Viral Video Seorang Bapak Jalan Kaki Sambil Gendong Anak Kembar, Begini Kisah Sebenarnya!


TRIBUNWOW.COM - Masih ingatkah dengan video viral yang diunggah oleh akun Instagram @Bennyhadislani, yang memperlihatkan seorang bapak tengah menggendong kedua anaknya dan mengaku ingin pulang ke Bone Sulawesi Selatan dengan cara berjalan kaki?
Hal tersebut dibuktikan Kompas.com saat menelusuri alamat yang diunggah oleh akun twitter @AlpianLubis7 di Muara Baru Blok A RT 16/17 Penjaringan, Jakarta Utara. Alpian diketahui adalah tetangga Andi Budiman, bapak yang berjalan sambil menggendong anaknya.
Saat ditemui di kontrakannya yang berukuran sekira empat meter persegi ini, Andi mengaku kaget kisahnya jadi viral di media sosial.
"Saya kaget kok tetangga pada bilang ada video saya di internet," kata Andi kepada Kompas.com, Minggu (26/11/2017).
Andi membenarkan bahwa dia bertemu dengan seseorang saat jalan kaki menggendong dua anaknya. Pada saat itu, dia hendak menuju ke halte, usai berjualan buah keliling di sekitar Kebayoran.
Di tengah jalan, kata Andi, dia diberikan uang oleh orang yang tidak dikenalnya. Andi pada saat itu menolak karena dirinya bukanlah seorang pengemis.
Menurut Andi, orang tersebut terus meminta Andi untuk menerima uang yang diberikannya. Oleh karena Andi tidak ingin menerimanya dan warga sekitar yang melihat hal tersebut mengira sedang terjadi keributan, Andi lantas dibawa ke pos keamanan.
Di pos keamanan, Andi mengaku merasa gugup karena banyak orang yang menanyakan status anak yang digendongnya. Andi menegaskan bahwa kedua anak itu adalah anaknya.
Mendengar penjelasan tersebut, Andi akhirnya dipersilakan untuk kembali melanjutkan perjalanannya.
Namun, Andi mengaku kaget, ketika sampai kontrakannya, tetangga-tetangganya menyebutkan bahwa Andi ingin pulang ke Bone dengan cara berjalan kaki sambil menggendong kedua anaknya.
"Tidak mungkin saya jalan kaki dari Bone ke Jakarta atau Jakarta ke Bone, apalagi sambil gendong 2 anak," ucapnya.
Andi mengaku baru mengetahui bahwa video yang menampilkan dirinya sedang berjalan kaki dengan menggendong anaknya telah viral di media sosial.

Merinding! Aksi Pesulap Indonesia Ini Bikin Juri Asia's Got Talent Lari Ketakutan


TRIBUNWOW.COM - Aksi pesulap Indonesia, The Sacred Riana di ajang Asia's Got Talent 2017 kembali menjadi perbincangan publik.
Hal tersebut terlihat dari video aksinya yang menjadi trendingYouTube pada Minggu (26/11/2017).
Dalam aksinya kali ini, Riana tampil membawakan tema teman imajinasi.
Riana tampak mengenakan pakaian merah dan putih, dengan rambut terurai yang menutupi wajahnya.
Di panggung, tampak sebuah rumah mainan, kursi goyang, dan sebuah boneka yang duduk diatasnya, serta sebuah meja kecil.
"Beberapa orang menganggap bermain dengan teman imajinasi itu menyenangkan, beberapa lainnya menganggap tidak demikian," kata Riana.
Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Riana menjatuhkan diri berlutut dan mengajak teman imajinasinya bermain.
Setelah itu, Riana tampak memasukkab beberapa mainan, seperti kursi kedalam rumah kecilnya, disertai lonceng seperti yang digunakan oleh sosok Ibu dalam film Pengabdi Setan.
"Datang, dan ayo bermain jika kamu ingin bermain," ucapnya.
Aksi ini sempat membuat Anggun, salah satu juri terlihat takut, tampak dengan saat Anggun menggigit kukunya dan memasang ekspresi ketakutan.
Tak lama kemudian, lonceng tiba-tiba berbunyi seolah-olah dari dalam rumah mainan yang ada di panggung.
Setelah itu, Riana membukanya dan membuang mainan-mainan yang sebelumnya ia letakkan, dan mengganti dengan papan tulis kecil yang bertuliskan "Play With Me".
Lonceng kembali berbunyi, Riana membukanya, dan tulisan tersebut berubah, menjadi "Tidak denganmu, Tapi dengan Anggun."
Riana menanyakan apakah Anggun ingin bermain dengannya, yang langsung dijawab tidak oleh Anggun.
Riana kemudian membanting papan tulisnya, hal ini membuat penonton sempat histeris ketakutan.
Ia kemudian memasukkan boneka yang tadi di atas kursi goyang ke rumah mainan, sembari mengatakan bahwa temannya ingin bermain dengan Anggun.
Tiba-tiba muncul seorang wanita dari dalam rumah mainan yang kecil, wanita ini tampak seperti Riana, dengan rambut panjang yang juga menutupi wajah.
Perempuan ini kemudian mendekati Anggun.
Sontak saja, hal ini membuat Anggun semakin ketakutan, hingga berlari dan bersembunyi saat Riana membawa papan tulisnya menuju dirinya.
Penonton pun histeris dan memberi tepuk tangan yang meriah untuk aksi Riana.
Penampilan Riana ini juga mendapat pujian dari ketiga juri.
Mereka menganggap aksi Riana unik, menakutkan, tapi juga menghibur.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 7,5 juta views dan mendapat 12 ribu lebih komentar.
Kebanyakan dari mereka memuji aksi pesulap ini.
@fajar Bo: dia artis yang sangat mengagumkan, Bakat ini sangat langka. Tidak mudah mengendalikan aktingnya (karakter menyeramkan) di depan penonton, mengendalikannya kegugupannya namun tetap memikirkan trik sulap dan waktu yang tepat untuk membuat penonton meledak. dan ia masih menahan ekspresinya. Saya pikir ini lebih sulit daripada menyanyi atau menari sehingga kita tetap bisa mengendalikan kegelisahan kita dengan ekspresi dan suara yang tidak memikirkan skenario dan performa konsep, dia pasti cewek yang sangat pandai .. seperti Bakat Langka yang Menakjubkan.
Sumber : TRIBUNWOW.COM

Hentikan Sopir Taksi yang Kabur, Polisi Ini Malah Terguling dari Motor, Selanjutnya Mengejutkan!


TRIBUNWOW.COM - Sebuah video polisi sedang mengejar sopir taksi tersebar di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @indo_mjp pada Sabtu (25/11/2017).
Terlihat dalam video tersebut, polisi sedang berusaha menghentikan sebuah taksi, namun ia malah kabur.
Belum ada keterangan di mana kejadian tersebut, serta apa penyebab kejadian tersebut
Sehingga polisi yang hendak menghentikan taksi tersebut malah tersungkur dari motor yang dikendarainya.
Tak ingin taksi tersebut lolos, polisi tersebut berusaha menangkapnya dengan berlari mengejarnya.
Tak hanya sendirian, beberapa polisi yang lain juga membantu pengejaran
Ada yang berlari hingga ada yang menggunakan mobil, guna menghentikan laju taksi tersebut.
Tak berselang lama, taksi tersebut akhirnya berhasil diberhentikan.
Setelah berhasil menghentikan, polisi tersebut memaksa sopir taksi untuk keluar dari mobil.
Mereka terlihat berusaha membuka pintu mobil yang masih terkunci.
Setelah itu, sopir taksi berani menyerahkan diri dan keluar dari mobil dengan ditarik oleh salah satu petugas kepolisian.
Seorang polisi terlihat menunjukkan raut kesat dengan mengangkat tangannya seperti ingin menghajar sopir tersebut
Sedangkan petugas lainnya mengamankan kendaraan.
Karena kejadian tersebut, kondisi lalu lintas menjadi sedikit berantakan.
Sumber : TRIBUNWOW.COM

Viral... Mahasiswi Asal Bali Tewas Tertimpa Bus, Pemimpin Pemakaman Mengaku Mendapat Pesan dari Almarhumah


TRIBUNWOW.COM - Nyawa Ni Komang Darmiasih (21) melayang setelah terlibat kecelakaan maut di jalur tengkorak Singaraja-Gitgit kilometer 12-13, di Banjar Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Minggu (17/12/2017) sore. Mahasiswi ini tewas seketika di tempat kejadian.
Kejadian ini pun menjadi sangat tragis karena gadis ini ternyata sudah menginjak semester tujuh di Politeknik Kesehatan Denpasar, itu artinya ia akan segera lulus kuliah.
Menurut keterangan kekasih korban, Putu Jiwa mengungkapkan detik-detik sebelum kepergian pacarnya tersebut.
"Terakhir saya berkomunikasi dengan dia (Komang Darmiasih, red) Minggu sekitar pukul 13.00 wita. Dia pamitan mau berangkat ke Denpasar," ungkap Jiwa sembari menujukkan percakapan terakhir almarhum di BBMnya.
Jiwa pun mengaku tidak menyangka jika sang kekasih akhirnya pergi untuk selamanya.
Pasalnya, saat berpamitan korban mengaku terpaksa berangkat ke Denpasar lebih awal, agar tidak terjebak hujan dan banjir saat diperjalanan.
"Sebelum berangkat dia sempat servis motornya dulu. Terus sekitar jam satu siang dia nelpon, bilang mau balik ke Denpasar. Kalau sorean takut kena hujan. Selang beberapa menit kemudian, saya lagi tidur-tiduran di rumah tiba-tiba dihubungi sama kakaknya almarhum, yang mengabarkan kalau dia terlibat kecelakaan di Gitgit, dan meninggal," ujar Jiwa lirih.
Saat melintas tepat di kilometer 12-13, Banjar Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng musibah tiba-tiba datang menghampiri.
Sebuah bus berpenumpang 36 pelajar SMK Nusa Bakti Semarang, Jawa Tengah, yang melaju dari arah yang berlawanan tiba-tiba mengalami rem blong.
Bus itu lantas terbalik dan menggencet tubuh Komang Darmiasih, hingga tewas seketika di lokasi kejadian.
Jenazah baru bisa dievakuasi setelah badan bus ditarik mobil derek.
Kepergiannya membuat sanak saudara, maupun kerabat yang ditinggalkan syok dan terpukul.
Padahal ia dan pacarnya sudah memiliki rencana-rencana bersama di masa depan, salah satunya rencana wisuda hingga rencana ke jenjang yang lebih serius.
Selama menjalin hubungan selama enam tahun, Jiwa sempat mengajak korban untuk melanjutkan
hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
Namun ajakan itu ditolak oleh korban dengan alasan ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.
Malangnya lagi, sepasang kekasih ini juga sudah menyusun rencana indah mereka ketika wisuda nanti.
"Saya sering dengan nada bercanda ngajak dia nikah. Tapi ditolak. Katanya tunggu selesai kuliah dulu. Tunggu kalau sudah mapan. Saya disuruh belajar bawa mobil. Kami juga sudah mengumpulkan uang buat beli mobil. Jadi nanti kalau dia wisuda, biar saya bawa mobil dari Singaraja, bawa keluarganya bersama-sama ke kampusnya lihat dia wisuda, foto bareng," terang Jiwa sembari mengusapkan air matanya.
Kini dia hanya bisa mengenang dan menyimpan sisa-sisa percakapan terkahirnya di BBM bersama dengan almarhum.
Saat upacara Metuunang digelar, tangisan keluarga seketika pecah ketika roh Komang Darmiasih hadir dalam diri seorang Balian yang memimpin upacara tersebut.
Di upacara itu, almarhum meminta agar pihak keluarga mengikhlaskan kepergiannya.
Nyoman Tirta, paman korban menjelaskan, keponakannya itu rencananya akan diupacarai sesuai dengan ajaran Hindu pada Selasa (18/12/2017) di Setra Desa Dencarik, Buleleng.
"Orangtuanya sudah lama berpisah. Sehingga sejak masih kecil dia tinggal bersama saya. Sama sekali tidak ada firasat. Saat dia berangkat ke Denpasar, saya lagi kerja, tidak ada di rumah. Yah saya serahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib," dikutip dari Tribun Bali Selasa (19/12/2017).
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan, kecelakaan maut tersebut diduga terjadi lantaran bus bernomor polisi AB 7267 JN yang dikemudikan oleh Budi Mulyo (41) mengalami rem blong.
Ia pun menegaskan, saat kejadian sopir murni dalam kondisi fit alias tidak mengantuk dan tidak terpengaruh minuman beralkohol.
Kini, setelah mendapatkan perawatan di RSUD Buleleng, sang sopir yang diketahui berasal dari Yogyakarta itu telah diamakan di Mapolres Buleleng.
"Busnya juga sebenarnya masih layak jalan. Hanya saja sopir memang mengaku baru kali ini melintas di jalur Gitgit. Sehingga saat bekendara dia terus bermain dengan rem, hingga akhirnya membuat rem bus menjadi blong. Saat blong, sopir terpaksa banting stir ke kanan (ke arah tebing) sebab di sebelah kanan itu kan jurang. Nah nahasnya, disaat bersamaan melintas Scoopy yang ditunggangi korban. Penyebab pastinya masih kami dalami lagi," terangnya.
Sementara itu, Dirut RSUD Buleleng, Gede Wiartana menyebutkan, jumlah korban yang diterima dalam kecelakaan itu sebanyak 19 orang.
Dengan rincian, satu meninggal dunia (Komang Darmiasih), satu luka berat dan masih dirawat di Ruang Kamboja lantaran mengalami patah tulang pada bagian paha (Feri Evendi), serta 17 lainnya hanya mengalami luka ringan dan sudah kembali ke Semarang. (*)

Disqus Shortname

Translate

Comments system

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==