Liputan6.com, Jakarta - Dengan kehadiran acara televisi sejenis CSI atau Crime Scene Investigation, para penonton terpapar pada begitu banyaknya informasi tentang cara tersangka mengubah tempat kejadian perkara (TKP) demi menutupi kejahatannya.
Itu bukan main-main. Kenyataannya, seorang ahli kriminologi forensik berpendapat bahwa ratusan bahkan ribuan kejahatan pembunuhan luput setiap tahun karena orang kemudian berhasil menutupi kejahatannya dengan rekayasa TKP.
Selain menghindari pelacakan, ada beberapa alasan lain yang mendorong seseorang melakukan rekayasa TKP. Seperti diringkas dari listverse.com pada Senin (30/10/2017), berikut ini adalah supaya rekayasa tempat kejadian perkara dengan alasan nyeleneh:

